Jakarta (KABARIN) - Mantan Menteri Luar Negeri periode 2001-2009 Noer Hassan Wirajuda menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah mengevaluasi posisi Indonesia dalam misi Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) menyusul perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Usai mengikuti diskusi kebangsaan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam, Hassan menjelaskan pertemuan membahas bagaimana eskalasi perang bisa memengaruhi efektivitas misi BoP yang selama ini fokus pada gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
Hassan menambahkan Presiden menegaskan evaluasi penting dilakukan karena situasi di lapangan terus berubah. Pemerintah akan menimbang berbagai faktor, termasuk komitmen pendanaan dan pengiriman pasukan Indonesia yang menjadi salah satu kontributor terbesar dalam misi tersebut.
"Keputusan kan belum. Pasti beliau akan mengevaluasi dan mengambil keputusan yang tepat pada waktunya," ujar Hassan.
Mengenai kemungkinan Indonesia menarik diri dari BoP, Hassan menegaskan Presiden tidak menutup opsi tersebut jika misi sudah dianggap tidak selaras dengan tujuan awal atau peluang keberhasilannya menurun.
Sejak awal, Presiden menekankan bahwa Indonesia berhak keluar apabila visi misi BoP tidak lagi sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945. Serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dinilai berpotensi mengurangi efektivitas misi tersebut.
"Presiden mengatakan kita akan menilai sejauh mana BoP akan tetap menjalankan misinya. Kalau tidak ya kita keluar, itu sangat jelas beliau tidak menutupi," pungkas Hassan.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026